Gerakan Penghijauan Warnai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Restu: Lingkungan Sehat Cerminkan Pikiran yang Hidup
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
- print Cetak

Tubaba, 30 April 2026 — Wartaedukasi Upaya menciptakan lingkungan kerja yang asri dan nyaman mulai digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Kegiatan penghijauan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas, Ir. Restu, ST., MT., menjadi langkah nyata dalam mengubah wajah kawasan perkantoran yang selama ini terkesan gersang dan minim pepohonan.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran pegawai turut ambil bagian menanam berbagai jenis tanaman peneduh dan tanaman hias di sekitar area kantor. Aksi ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekologis yang mulai terabaikan.
Ir. Restu dalam keterangannya menyampaikan bahwa kondisi lingkungan gedung yang cenderung panas dan kering menjadi salah satu alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini.
“Kita menyadari bahwa lingkungan kantor ini sebelumnya kurang didukung oleh ruang hijau yang memadai. Kondisi yang gersang bukan hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga berdampak pada produktivitas dan suasana kerja. Melalui penghijauan ini, kami ingin menghadirkan keseimbangan antara ruang kerja dan alam,” ujar Restu.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tubaba, Rodianto, yang sebelumnya disampaikan saat apel rutin bersama seluruh staf dan jajaran.
“Apa yang kami lakukan hari ini sejalan dengan instruksi pimpinan. Bapak Kepala Dinas menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang hijau, bersih, dan sehat. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari komitmen bersama dalam membangun budaya kerja yang peduli lingkungan,” lanjutnya.
Restu turut menekankan bahwa perpustakaan sebagai pusat literasi seharusnya tidak hanya menjadi tempat berkembangnya ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang hidup, sejuk, dan inspiratif.
“Ruang baca yang baik tidak hanya diukur dari koleksi buku, tetapi juga dari suasana yang mampu menenangkan dan menghidupkan pikiran. Ketika lingkungan hijau hadir, maka energi positif pun ikut tumbuh. Ini bagian dari upaya kita membangun peradaban kecil yang dimulai dari lingkungan kerja,” tambahnya.
Kegiatan penghijauan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan. Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba berencana mengembangkan konsep taman literasi terbuka sebagai ruang publik yang ramah bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, perubahan kecil ini diyakini mampu membawa dampak besar, tidak hanya bagi estetika kantor, tetapi juga bagi kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam di tengah aktivitas birokrasi. (Wwn/Ad)
- Penulis: Redaksi

