IHSG Melemah Usai Pengumuman BUMN Ekspor, Purbaya: Pasar Belum Memahami Dampak Jangka Panjang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- print Cetak

Jakarta, Warta Edukasi — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah pemerintah mengumumkan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor komoditas strategis.
Menurut Purbaya, penurunan pasar terjadi karena pelaku pasar belum sepenuhnya memahami dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut. Ia meyakini pasar akan kembali positif setelah investor memahami manfaat pembentukan badan ekspor tersebut terhadap kinerja perusahaan.
“Mungkin mereka (investor) belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kalau ada ketidakpastian, biasanya takut dan memilih jual dulu. Tapi kalau nanti mengerti dampak yang sebenarnya, harganya akan naik,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5).
Purbaya menjelaskan, keberadaan badan ekspor baru itu diharapkan mampu menutup celah praktik under-invoicing dalam aktivitas ekspor komoditas. Selama ini, menurutnya, sebagian keuntungan perusahaan berpotensi tidak tercermin secara penuh dalam laporan keuangan emiten di dalam negeri.
“Karena nanti under-invoicing akan tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Jadi yang biasanya menjadi keuntungan di luar negeri oleh pemilik perusahaan, kini seharusnya bisa langsung terefleksi dalam penjualan yang lebih murni,” ungkapnya.
Ia menilai, apabila seluruh transaksi dan nilai penjualan tercatat lebih transparan, maka keuntungan perusahaan akan meningkat secara resmi dan berdampak positif terhadap valuasi emiten di pasar modal.
“Perusahaannya juga akan untung. Jadi seharusnya keuntungan perusahaan yang tercatat di bursa bisa meningkat dua kali lipat secara pelaporan,” lanjutnya.
Purbaya memastikan langkah pemerintah membentuk BUMN ekspor justru akan menjadi sentimen positif bagi pasar saham dalam jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, perbaikan tata kelola ekspor dapat meningkatkan kredibilitas serta profitabilitas perusahaan terbuka di sektor sumber daya alam.
“Harusnya ini akan meningkatkan valuasi perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa. Pelan-pelan pasti akan naik secara signifikan,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan BUMN ekspor bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia pada Rabu (20/5).
Berdasarkan data RTI Business, IHSG melemah 2,25 persen ke level 6.227,41 pada pukul 11.19 WIB usai pengumuman tersebut. Padahal sebelumnya, indeks sempat menguat lebih dari 1 persen ke level 6.459,55 sebelum pidato Presiden disampaikan.
Pada perdagangan tersebut, sebanyak 135 saham menguat, 548 saham melemah, dan 127 saham stagnan. Sepanjang 2026, IHSG tercatat telah melemah hingga 27,64 persen. (Red)
- Penulis: Redaksi

